Senin, 13 Oktober 2014

Teori atau Model Konsep Keperawatan

MAKALAH
Konsep Dasar Keperawatan
"Teori atau Model Konsep Keperawatan"







Disusun Oleh : Kelompok II
1. Adhie Ayu Kurniawati
2. Indri Ardina
3. Musyarofah
4. Sahroni
5. Doni Dwi Saputra


PRODI D3 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ULUM
JOMBANG
2013





KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa atas petunjuk dan hidayahnya sehingga kami dapat merangkum makalah ini untuk memenuhi tugas.

Makalah ini berisi Uraian dan Penjelasan tentang Konsep Dasar Keperawatan yang bertrema Teori atau Model-Model Keperawatan. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah yang kami buat ini dan  masih jauh dari kesempurnaan, Oleh karena itu kami menerima kritik dan saran sebagai perbaikan ini. Dan akhirnya, semoga Makalah yang kami buat ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun bagi pembaca.






Daftar Isi

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
Bab I Pendahuluan 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Tujuan 2
Bab II Isi 3
2.1 Pengertian Teori dan Model keperawatan 3
2.2 Pandangan beberapa ahli tentang Teori dan Model keperawatan 3
A. Teori Dorothy Johnson 3
B. Teori Imogene King 6
Bab III Penutup 8
3.1 Kesimpulan 8
Daftar Pustaka 9



BAB I
Pendahuluan

1.1  Latar Belakang
Konsep merupakan suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat di organisir menjadi simbol-simbol yang nyata, sedangkan konsep keperawatan merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model keperawatan. Teori ini sendiri merupakan sekelompok konsep yang membentuk sebuah pola yang nyata atau suatu pernyataan yang menjelaskan suatu proses, peristiwa, atau kejadian yang didasari oleh fakta-fakta yang telah di observasi, tetapi kurang absolut (kurang adanya bukti) secara langsung.
Teori keperawatan digunakan untuk menyusun suatu model konsep dalam keperawatan, sehingga model keperawatan tersebut mengandung arti aplikasi dari struktur keperawatan itu sendiri yang memungkinkan perawat untuk mengaplikasikan ilmu yang pernah di dapat di tempat mereka bekerja dalam batas kewenangan sebagai seorang perawat. Model konsep keperawatan ini digunakan dalam menentukan model praktek keperawatan yan akan diterapkan sesuai kondisi dan situasi tempat perawat tersebut bekerja. Mengingat dalam model praktek keperawatan mengandung komponen dasar seperti ;adanya keyakinan dan nilai yang mendasari sebuah model, adanya tujuan praktek yang ingin dicapai dalam memberikan pelayanan ataupun asuhan keperawatan terhadap kebutuhan semua pasien, serta adanya pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh perawt dalam mencapai tujuan yang ditetepkan sesuai kebutuhan pasien.
Berdasarkan hal tersebut di atas, mak perlunya memepelajari Teori dan Model Keperawatan yang telah ada, sebagai salah satu kunci dalam mengembangkan ilmu dan praktek serta profesi keperawatan di indonesia. Pada kesempatan kal ini penuis mencoba memaparkan "Teoti dan Model Keperawatan" sekaligus untuk memenuhi tugas mata kuliah Konsep Dasar Keperawatan.   



1.2  Tujuan Penulisan
1. Menambah pengetahuan tentang Teori dan Konsep keperawatan menurut Johnson dan King.
2. Memenuhi tugas Mata kuliah Konsep Dasar keperawatan




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Teori dan Konsep Model Keprawatan
Teori adalah hubungan beberapa konsep atau kerangka konsep, atau definisi yang memberikan suatu pandangan sistematis terhadap gejala-gejala atau fenomena dengan menentukan hubungan spesifik antar konsep-konsep tersebut dengan maksud untuk menguraikan, menerangkan, meramalkan atau mengendalikan suatu fenomena. Teori dapat di uji, diubah atau digunakan sebagai sesuatu pedoman dalam penelitian.
Teori keperawatan di definisikan oleh steven (1984) sebagai usaha untuk menguraikan dan menjelaskan berbagai fenomena dalam keperawatan. Teori keperawatan berperan dalam membedakan keperawatan dengan disiplin ilmu lain dan bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, memperkirakan dan mengkontrol hasil asuhan atau pelayanan keperawatan yang dilakukan.


2.2 Pandangan Beberapa Ahli tentang Teori dan Model Konsep Keperawatan

A. TEORI JOHNSON
Model teori keperawatan menurut johnson adalah dengan pendekatan sistem perilaku, baik individu dipandang sebagai sistem perilaku yang selalu ingin mencapai keseimbang dan stabilitas, baik di lingkungan internal maupun lingkungan eksternal, juga memiliki keinginan dalam mengatur dan menyesuaikan dari pengaruh yang ditimbulkannya. Sebagai suatu sistem, di dalamnya terdapat komponen sub sistem yang membentuk sistem tersebut, diantara komponen sistem yang membentuk sistem perilaku menurut johnson adalah  :
1. Ingestif, yaitu sumber dalam memelihara integritas serta mencapai kesenangan dalam pencapaian pengakuan dari lingkungan.
2. Achievement, merupakan tingkat pencapaian prestasi melalui keterampilan yang kreatif.
3. Agresif, merupakan bentuk mekanisme pertahana diri atau perlindungan dari berbagai ancaman yang ada di lingkungan.
4. Elimnasi, merupakan bentuk pengeluaran segala sesuatu dari sampah atau barang yang tidak berguna secara biologis.
5. Seksual, digunakan dalam pemenuhan kebutuhan saling mencintai dan dicintai.
6. Gabungan/tambahan, merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan tambahan dalam memepertahankan lingkungan yang kondusif dengan penyesuaian dalam kehidupan sosial, keamanan, dan kelangsungan hidupnya.
7. Ketergantungan, merupakan bagian yang memebentuk sistem perilaku dalam mendapatkan bantuan, kedamaian, keamanan serta kepercayaan.
Teori Dorothy Johnson tentang keperawatan (1968) berfokus pada bagaimana klien beradaptasi terhadap kondisi sakitnya dan bagaimana stress aktual/potensial dapat mempengaruhi kemampuan beradaptasi.
Tujuan dari keperawatan adalah menurunkan stress sehingga klien dapat bergerak lebih mudah melewati masa penyembuhannya (Johnson, 1968). Teori Johnson berfokus pada kebutuhan dasar yang mengacau pada pengelompokkan                                                                                                                                                                                                            perilaku berikut :
1. Perilaku keamanan
2. Perilaku mencari perawatan
3. Menguasai diri sendiri dan lingkungan sesuai dengan standar internasionalisai prestasi.
4. Mengakomodasi diet dengan cara yang diterima secara nasional dan kultural.
5. Mengeluarkan sampah tubuh dengan cara yang diterima secara sosial dan kultural.
6. Perilaku seksual dan identitas peran.
7. Perilaku melindungi diri sendiri.

Menurut johnson, perawat mengkaji kebutuhan klien berdasarkan kategori perilaku diatas , yang disebut sub sistem perilaku. Dalam kondisi seperti normal klien berfungsi secara efektif di dalam lingkungannya. Akan tetapi ketika stress mengganggu adaptasi normal, klien menjadi tidak dapat di duga dan tidak jelas. Perawat mengidentifikasi ketidakmampuan beradaptasi seperti ini  dan memberikan asuhan keperawatan untuk mengatasi masalah dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
Dorothy E. Johnson meyakini bahwa asuhan keperawatan dilakukan untuk membantu individu memfasilitasi tingkah laku yang efektif untuk mencegah timbulnya penyakit. Manusia adalah makhluk yang utuh dan terdiri dari 2 sistem yaitu sistem biologi dan tingkah laku tertentu. Lingkungan termasuk masyarakat adalah sistem eksternal yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang.
Seseorang dikatakan sehat jika mampu mampu berespon adaptif baik fisik, mental, emosi, dan sosial terhadap lingkungan lingkungan internal dan eksternal dengan harapan dapat memelihara kesehatannya. Asuhan keperawatan dilakukan untuk membantu keseimbangan individu terutama yang dilakukan ketika ia sakit .
Menurut Johnson ada 4 tujuan asuhan keperawatan kepada individu. Yaitu agar tingkah lakunya sesuai dengan tuntutan dan harapan masyakat, mampu beradaptasi terhadap perubahan fungsi tubuhnya, bermanfaat bagi dirinya dan orang lain atau produktif serta mampu mengatasi masalah kesehatan yang lainnya.



2.2  Teori Imogene King
King memahami model konsep dan teori keperawatan dengan menggunakan pendekatan sistem terbuka dalam hubungan interaksi yang konstan dengan lingkungan, sehingga King mengemukakan dalam model konsep interaksi.
Dalam mencapai hubungan interaksi, king mengemukakan konsep kerjanya yang meliputi adanya sistem personal, sistem interpersonal dan sisitem sosial yang saling berhubungan satu dengan yang lain, yang dapat digambarkan sebagai berikut :
Menurut King sistem personal merupakan sistem terbika dimana didalamnya terdapat persepsi, adanya pola tumbuh kembang, gambaran tubuh, ruang dan waktu dari individu dan lingkungan, kemudian hubungan interpersonal merupakan suatu hubungan antar perawat dan pasien serta hubungan sosial yang mengandung arti bahwa suatu interaksi perawat dan pasien dalam menengakkan sistem sosial sesuai dengan situasi yng ada. Melalui dasar sistem tersebut maka King memandang manusia merupakan individu yang reaktif yakni bereaksi terhadap situasi, orang dan objek. Manusia sebagai mahkluk yang berorientasi terhadap waktu tidak lepas dari masa lalu dan sekarang yang dapat mempengaruhi masa yang akan datang dan sebagai mahkluk sosial manusia akan hidup bersama dengan orang lain yang akan berinteraksi satu dengan yang lain.
Berdasarkan hal tersebut, maka manusia memiliki tiga kebutuhan dasar yaitu kebutuhan terhadap informasi kesehatan, kebuuhan terhadap pencegahan penyakit dan kebutuhan terhadap perawatan ketika sakit. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, King mengemukakan pendeketan teori yang terdiri dari komponen, diantaranya :
1. Aksi merupakan proses awal hubungan dua individu dalam berperilaku, dalam memahami atau mengenali kondisi yang ada dalam keperawatan dengan digambarkan hubungan perawat dengan klien untuk melakukan kontrak atau tujuan yang diharapkan.
2. Reaksi adalah suatu bentuk tindakan yang terjadi akibat dari adanya aksi dan merupakan respon dari individu.
3. Interaksi merupakan suatu bentuk kerja sama yang saling mempengaruhi antara perawat dan klien yang terwujud dalam komunikasi.
4. Transaksi merupakan kondisi dimana antara perawat dan klien terjadi suatu persetujuan dalam rencana tindakan keperawatan yang akan dilakukan. 




BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Teori adalah hubungan beberapa konsep atau kerangka konsep, atau definisi yang memberikan suatu pandangan sistematis terhadap gejala-gejala atau fenomena dengan menentukan hubungan spesifik antar konsep-konsep tersebut dengan maksud untuk menguraikan, menerangkan, meramalkan atau mengendalikan suatu fenomena. Teori dapat di uji, diubah atau digunakan sebagai sesuatu pedoman dalam penelitian.
Model teori keperawatan menurut johnson adalah dengan pendekatan sistem perilaku, baik individu dipandang sebagai sistem perilaku yang selalu ingin mencapai keseimbang dan stabilitas, baik di lingkungan internal maupun lingkungan eksternal, juga memiliki keinginan dalam mengatur dan menyesuaikan dari pengaruh yang ditimbulkannya. Sebagai suatu sistem, di dalamnya terdapat komponen sub sistem yang membentuk sistem tersebut. komponen sistem yang membentuk sistem perilaku menurut johnson adalah  :
Ingestif, Achievement, Agresif, Eliminasi, Seksual, Gabungan/tambahan, Ketergantungan,.
Sedangkan King memahami model konsep dan teori keperawatan dengan menggunakan pendekatan sistem terbuka dalam hubungan interaksi yang konstan dengan lingkungan, sehingga King mengemukakan dalam model konsep interaksi. Dalam mencapai hubungan interaksi, king mengemukakan konsep kerjanya yang meliputi adanya sistem personal, sistem interpersonal dan sisitem sosial yang saling berhubungan satu dengan yang lain. King mengemukakan pendeketan teori yang terdiri dari komponen, diantaranya :
Aksi,  Reaksi, Interaksi, Transaksi.



Daftar Pustaka
Julia B George (1989), Nursing Theories the Bse for Professional Nursing Practice, third edition, New Jersey
La Ode Jumadi Gaffar (1999), Pengantar Keperawatan  Profesional, ECG, Jakarta
Poter PA & Vaughan (1986), Fundamental of Nursing; Concept, Process and Practice, ST Louis Cv Mosby Company

Tidak ada komentar:

Posting Komentar